Showing posts with label Nikon. Show all posts
Showing posts with label Nikon. Show all posts

Tuesday, June 28, 2016

Lensa Nikon Nikkor AF-P dengan Stepper AF Motor

Awal tahun 2016 Nikon memperkenalkan lensa varian baru Nikkor AFP, teknologi lensa yang menggunakan  motor stepper sebagai penggerak sistem autofokus, sehingga lebih cepat namun lembut, senyap dan akurat. Mengawali debutnya melalui implementasi pada lensa kit standar, penggunaan teknologi AFP mungkin akan diterapkan di semua lensa barunya Nikon nantinya. 
Nikkor AFP dengan stepper motor
Nikon mengembangkan teknologi AFP dengan tujuan utama meminimalkan noise yang timbul saat proses autofokus. Bukan berarti Silent Wave Motor pada lensa AFS berisik, tentu tidak namun masih tetap menyisakan suara yang bisa didengar dalam rekaman video yang diambil. Tidak hanya itu, perubahan fokus dari satu objek ke objek lain juga akan lebih lembut.

Duo lensa yang mendapat teknologi AFP adalah AF-P DX NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G dengan dan tanpa VR. Cukup menarik mengapa lensa kit yang pertama kali mengadopsi teknologi AFP? Bisa jadi Nikon menganggap ini bukan sebuah peningkatan besar. Mungkin juga karena untuk kebutuhan videografi lensa kit sudah dapat mengcover berbagai kebutuhan. Atau, kemungkinan terbaik sebagai sinyal bahwa teknologi ini akan menjadi standar semua lensa yang akan dikeluarkan Nikon kedepannya. Semoga.
Selengkapnya »

Monday, February 1, 2016

Review Nikon D5: Makna Baru dari Kamera Pro

Nikon merilis flagship terbarunya Nikon D5. Meningkatkan sistem autofokus dengan 153 AF point, ISO expandable hingga 3.28 juta, weather sealing, dan kemampuan video 4K UHD 3840x2160 pixel. Tidak ada fun feature yang disematkan, semua tentang fotografi serius. 
Nikon D5
Nilai 153 berarti penambahan sebanyak 102 titik autofokus aktif dari yang dimiliki flagship terdahulu D4S yaitu 51 titik. Tidak hanya itu, dari 153 AF point, 99 diantaranya adalah tipe cross sensor yang lebih sensitif. Dengan AF point sebanyak itu, persebarannya tentu sampai ke pojok frame, memberi keleluasaan mengatur komposisi, juga memastikan gambar bergerak tetap tertangkap tajam. Fitur ini bermanfaat terutama pada pemakaian extender dengan kombinasi lensa telephoto pada fotografi sport dan wildlife. Ole seorang wildlife fotografer yang diberi kesempatan melakukan beta test terhadap D5 mengatakan" Dengan D4S, saya bahkan tidak akan berfikir untuk memotret pada kondisi sangat minim cahaya dengan ISO 25.600 dan lensa 600/4.0 + 2.0X extender. Namun hal itu tampaknya akan berubah dengan kehadiran D5". 

Spesifikasi Dynamic AF yang ikut meningkat dari d9, d21 dan d51 pada D4S menjadi d25, d72 and d153 akan menjamin objek bergerak tetap tertangkap sistem autofokus. Kualitas gambar pada ISO tinggi Menurut Ole, yang melakukan pemotretan dalam kondisi hanya dengan cahaya bulan pada ISO 12.800, hasilnya tetap bersih, setara dengan ISO 4000 pada D4S, yang berarti performa ISO-nya meningkat 1.5 stop. Untuk publikasi semacam koran atau majalah yang tidak membutuhkan resolusi terlalu tinggi, gambar pada ISO 51.200 masih cukup bersih. 

Bersama dengan kemampuan sistem autofokus yang bisa digenjot hingga EV-4, kemampuan D5 pada ISO tinggi lantas memungkinkan pemotretan handheld saat purnama. Kemampuan Multishot Nikon D5 juga mendapat peningkatan kemampuan high speed shooting 12 images per second dengan view finder dan AF tracking dan 14 images per second dengan Mirror lock-up tanpa AF-tracking (D4S punya 11 images per second). Tentu hal ini dibarengi peningkatan buffer size.

WEATHER SEALING

 Ole menguji kemampuan weather sealing D5 secara ekstrim, pada badai salju, badai pasir, cipratan air laut, saat hujan tanpa cover pelindung dan hasilnya, tombol AF-ON sempat tidak berfungsi selama dua hari namun kemudian kembali normal sepanjang pengujian. 

VIDEO 

Disektor ini Nikon tampaknya sedikit mau berkompromi dengan pasar terkait kebutuhan merekam video, namun karena memang diperuntukkan untuk fotografi juga tidak digarap dengan serius. Resolusi video yang dihasilkan maksimal 3840×2160 pixels pada aspect ratio 16:9, nyaris pure 4K (4096×2160). Ketika merekam pada resolusi Ultra HD tersebut, Nikon D5 menggunakan crop mode 1.5x yang untungnya, memberi tambahan perbesaran kalau memakai lensa zoom, namun berefek negatif kalau memakai lensa wide.
Selengkapnya »

Friday, January 29, 2016

Canon Mendominasi Pasar Kamera Jepang Tahun 2015

Sebuah lembaga Riset Pemasaran Produk Elektronik & IT,  BCN mengumumkan rapor penjualan vendor kamera di Jepang sepanjang kurun waktu tahun 2015. Hasilnya tidak jauh dari perkiraan, Canon mendominasi tiap segment kecuali segment Mirrorless.

BCN menggunakan sumber data penjualan dari hampir 70% retailer resmi, secara penuh mulai bulan Januari sampai Desember setiap hari. Hal ini dimungkinkan karena lembaga ini punya perjanjian resmi dengan retailer penyedia datanya. Tujuan dari BCN adalah penghargaan terhadap pencapaian yang dicapai sebuah produk mampu mendorong kemajuan inovasi di bidang IT.

Berikut hasil riset tersebut, tersaji dalam BCN Award 2016.


BCN Award 2016 photography category

Pada kategori digital SLR, Canon masih berada di posisi satu dan marketsharenya tumbuh 1.5% dari tahun lalu, sedangkan Nikon masih di peringkat dua dan mengalami penurunan sebesar  2.4%. Performa Canon dikelas DSLR semakin susah dikejar oleh para pesaingnya. Rentang yang cukup besar tentu membuat laju inovasi sedikit melambat, berbeda jika persaingan cukup ketat maka vendor akan mati-matian berinovasi.

Kejutan pada kategori Mirrorless oleh Olympus yang berhasil merebut posisi pertama dan membukukan marketshare sebesar 37.8% serta Canon  yang berhasil menggeser Panasonic dari posisi nomor tiga. Sepertinya kelas mirrorless masih sangat labil dan terbuka, dan tidak pernah terlambat bagi vendor-vendor pemain utama kelas DSLR (Canon dan Nikon) untuk lebih serius menggarap kelas ini.

Berencana beli kamera? Belajar dari tahun 2015, kelas DSLR adalah milik Canon, sedang mirrorless milik Olympus. Tahun 2016, akankan jadi milik Nikon?

Selengkapnya »